October 7, 2022

Di masyarakat, ada sejumlah informasi tentang kesehatan mental yang salah kaprah. Ini adalah suatu penyakit dimana tidak boleh dipandang sebelah mata, karena dampaknya sangat besar.

Beredarnya mitos membuat banyak orang termakan berita/informasi hoax. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengecek kebenarannya supaya tidak salah memberikan penanganan.

Fakta Kesehatan Mental

Stigma negatif masyarakat tentang kesehatan mental begitu kuat. Dengan demikian, bagi para pengidapnya, sering merasa semakin tertekan dan menyembunyikannya.

Hal tersebut, justru dapat berdampak semakin parah. Sebagai masyarakat awam pun, harus dapat memahami apa itu kesehatan mental. Berikut sejumlah fakta-fakta sebenarnya.

Ada Banyak Jenisnya

Gangguan kesehatan pada mental sering diartikan sebagai sakit jiwa. Padahal, ada banyak sekali jenis dari penyakit satu ini. Masalah yang mengganggu penderitanya tersebut jenisnya antara lain, fobia, stress pasca trauma, panik, obsesif-kompulsif, hingga gangguan kecemasan secara umum. Semuanya membutuhkan treatment berbeda-beda.

Penyebab dan Gejalanya

Penyebab dari munculnya gangguan ini pada seseorang antara lain faktor pemicu stres dan genetika. Keluarga dengan riwayat sakit ini mempunyai risiko mewariskannya kepada anak-anaknya lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Sementara itu, gejalanya sangat beragam tergantung gangguanya, seperti insomnia, kecemasan berlebihan, sesak nafas, dan lainnya.

Berkaitan dengan Kurangnya Serotonin

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, sakit mental ini erat kaitannya dengan kecemasan. Hal tersebut dipengaruhi oleh rendahnya kadar zat serotonin dalam tubuh dimana mempunyai fungsi dalam menyeimbangkan mood atau suasana hati. Kekurangan zat tersebut dapat memicu depresi sehingga jika tidak ditangani secara tepat bisa semakin parah.

Semua Orang Berpeluang Mengidapnya

Banyak yang menyangka bahwa penyakit mental hanya akan diidap oleh mereka dengan tingkat stres tinggi, usia 21 tahun ke atas, dan lain sebagainya. Faktanya, semua orang mempunyai rasa cemas dimana dapat berkembang tidak terkontrol. Menurut penelitian, perempuan dikatakan lebih banyak mempunyai risiko gangguan kecemasan sebesar 15%.

Itulah ulasan tentang fakta dari kesehatan mental yang banyak disalah artikan oleh beberapa orang. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh wawasan dan dapat menghindari kecemasan berlebihan hingga mengelola stres secara baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.